
Dalam suasana pagi yang sejuk, Direktur Utama Subarjo Joyosumarto dan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono berbincang-bincang mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) perbankan Indonesia dalam acara siaran langsung Coffe Break di tvOne, Kamis, 18 januari 2012, pukul 10.00-10.30 WIB.
Siaran berdurasi 30 menit ini dipandu oleh artis Desi Ratnasari dan Dicky Sonjaya. Mengawali bincang-bincangnya, Desi Ratnasari bertanya kepada Subarjo, apa yang dilakukan oleh LPPI mengingat SDM merupakan faktor penting dalam roda bisnis perekonomian dan perbankan. Terlebih, untuk mendapatkan SDM yang kompeten, tentunya dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang tepat bagi SDM tersebut.
“LPPI didirikan tahun 1958. Sebagai sebuah lembaga pengembangan perbankan di Indonesia, LPPI mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mendidik, melatih dan mengembangkan SDM perbankan/bankir di Indonesia, dari level calon pegawai bank hingga pimpinan bank.” Jelas Subarjo.
LPPI memiliki level pendidikan berjenjang dari mulai staf hingga pimpinan bank, yaitu SESPIBANK® yang sesuai dengan perkembangan perbankan. Subarjo mengingatkan bahwa kebutuhan akan SDM/bankir yang kompeten semakin tinggi. Terlebih pada tahun 2015, Indonesia akan bergabung dengan masyarakat Ekonomi ASEAN dan menyepakati adanya free movement of skilled labour. Menghadapi hal ini, maka menjadi tugas penting bagi LPPI untuk menyiapkan bankir yang kompeten dan mampu bersaing dengan SDM negara lain atau bisa bekerja di negara lain.
Sebagai salah satu alumni LPPI pada program SESPIBI (Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Bank Indonesia) yang sekarang menjadi SESPIBANK®, Eko Budiwiyono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II Ikatan Bankir Indonesia (IBI), menyampaikan bahwa apa yang dilakukan LPPI sangat market oriented sesuai kebutuhan perbankan Indonesia akan SDM/bankir.
“Apa yang dilakukan oleh LPPI ini sangat market oriented, dalam arti mengikuti kebutuhan perbankan di Indonesia. Sehingga yang dididik di LPPI, bisa langsung siap melakukan aktivitas di bidang perbankan secara profesional. Ini saya kira kelebihan dari LPPI. Mengikuti kebutuhan market terhadap sumber daya manusia perbankan. LPPI menyesuaikan kurikulumnya sehingga lulusannya siap pakai.”
Selama kurang lebih 30 menit, Desi dan Dicky banyak bertanya mengenai LPPI. Terutama berkenaan dengan program-program kerja LPPI yang mereka nilai sangat penting diketahui khalayak baik bankir maupun non bankir. Mengakhiri bincang-bincangnya, Desi mengingatkan pemirsa untuk mengakses website lppi untuk mendapatkan seluruh informasi yang berkenaan dengan LPPI, baik program, fasilitas, maupun hal lain yang berkaitan dengan perbankan. (adm/ga)












