
Kamis, 2 Februari 2012 di LPPI telah berlangsung Konferensi Pers bertajuk Peluang dan Tantangan Perbankan Indonesia 2012. Konferensi pers terselenggara atas kerjasama LPPI, Indonesia Netherlands Association (INA), International Finance Corporation (IFC), dan Bank Negara Indonesia (BNI).
LPPI selaku tuan rumah yang diwakili oleh Direktur LPPI I. Supomo menyampaikan bahwa kerjasama berskala internasional ini meliputi bidang pendidikan/pelatihan, penelitian, konsultasi, seminar dan workshop di bidang perbankan dan jasa keuangan. Kerjasama akan diawali dengan seminar dan workshop yang dijadwalkan minggu depan, 7-10 Februari 2012 bertempat di Hotel Le Meridien dan Kampus bumi LPPI.
Salah satu tema yang akan diangkat adalah mengenai sustainable business. Direktur INA Elmar Bouma selaku penyelenggara melihat bahwa kerjasama Indonesia dan Belanda di sektor perbankan ini didorong oleh perkembangan di dunia keuangan internasional yang relevan dengan Indonesia saat ini. Meningkatnya posisi Indonesia menjadi investment grade akan menyebabkan banyak investor asing dan bank internasional yang berminat menginvestasikan dananya di Indonesia. Investor dan bank internasional tersebut akan menggunakan standar internasional yang mereka pakai dengan mempertimbangkan aspek bisnis dan standar sustainability. Hal tersebut yang mendorong INA bekerjasama dengan LPPI mengangkat topik terkait sustainability.
Selain itu, seminar dan workshop akan mengangkat isu small and medium-sized enterprises (SMEs). Senior Gender & SME Banking Specialist East Asia-Pacific IFC Rubin Japhta menyampaikan bahwa alasan IFC mendukung program kerjasama ini karena IFC melihat SMEs merupakan sektor yang harus mendapat perhatian di dalam perekenomian Indonesia. Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh IFC menunjukkan bahwa hanya 30% dari SMEs yang mendapat akses ke institusi keuangan formal. Padahal SMEs telah mampu berkembang dan menjadi penopang perekenomian Indonesia. Karenanya, bagi Japhta Seminar dan Workshop yang akan diselenggarakan minggu depan merupakan ajang penting bagi perbankan Indonesia untuk mendapat sharing pengalaman yang dimiliki oleh IFC.
Board of Executives Chairman INA Irwan Habsyah melengkapi bahwa seminar dan workshop mencakup 4 aspek yakni risk management, corporate govenance, micro finance dan sustainability. Khusus berbicara mengenai sustainability, mengarah kepada konsep green banking yaitu bank yang mempertimbangkan isu sosial dan lingkungan saat memberikan pembiayaan kepada nasabah. Melalui workshop dan seminar akan diulas mengenai konsep green banking yang berkelanjutan.
BNI selaku bank yang telah menerapkan konsep green banking akan membagi pengalamannya dalam penerapan konsep ini. Reza dari BNI sedikit berbagi pengalaman bagaimana BNI menerapkan aspek sustainability dari lingkungan kerja di BNI hingga pelayanan kepada nasabahnya. Dengan menerapkan konsep triple botom line - 3P (profit, people, planet) BNI melaksanakan harmonisasi antara pembangunan ekonomi (profit) dengan kelestarian alam (planet) serta pemberdayaan masyarakat (people). Diharapkan melalui seminar dan workshop akan mampu memberi kontribusi bagi perbankan Indonesia untuk menjadi sustainable banking, yaitu perbankan yang mampu mengelola tantangan (challenges) menjadi peluang (opportunity) bisnis dengan cara yang bertanggung jawab (responsible business). Bertanggung jawab dalam arti, mampu melakukan pengelolaan risiko bisnis dan mendukung sustaibanle busniness melalui program pemberdayaan masyarakat seperti penyaluran kredit segmen kecil dan menengah dan mendorong investasi ramah lingkungan. (adm/ga)
**
Seminar dan workshop akan mendatangkan pada ahli dan praktisi terkait bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri. Lembaga yang terlibat dalam acara ini adalah LPPI, Perhimpunan Bank-Bank Umum nasional (Perbanas), Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Banker Association for Risk management - Asosiasi Profesi Bankir Manajemen Risiko (BARa), IFC, INA dan BNI.
Jadwal:
*Seminar : 7 Februari 2012 di Le Meridien Hotel.
*Workshop : 8 – 10 Februari di Kampus Bumi LPPI.












