Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Monday, June 1, 2015
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Friday, August 28, 2015
Hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2015 diperingati oleh seluruh...
LIPUTAN KEGIATAN
Thursday, April 16, 2015
Selama dua hari, 9 – 10 April 2015, LPPI dan...
Tuesday, April 7, 2015
Organisasi perbankan yang berkembang, baik dari keanekaragaman produk perbankan maupun...
Friday, February 27, 2015
Menutup bulan Februari, PD BPR Subang bekerja sama dengan Pusat...
Tuesday, October 14, 2014
Bekerja sama dengan LPPI, Bank Papua menyelenggarakan Diklat Pola Pembiayaan...
 
Aset BPR Di Jabar Diprediksi Tembus Rp. 10 Triliun
Wednesday, June 8, 2011 | Admin

BANDUNG: Total aset bank perkreditan rakyat di Jawa Barat diprediksi bisa menembus Rp10 triliun pada akhir tahun ini dengan mengacu pertumbuhan kinerja keuangan per Mei 2011 yang sesuai target. Mahfud Fauzi, Wakil Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia  (Perbarindo) Jabar, menilai setiap tahun aset BPR tumbuh terdorong ekspansi kredit. Data Bank Indonesia mencatat total aset BPR di Jabar hingga akhir April 2011 sebesar Rp8,88 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp7,46 triliun.

“Kami memprediksikan pada akhir tahun aset BPR di Jabar bisa tembus Rp10 triliun. Apabila dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, kinerja keuangan BPR tumbuh cukup baik,” katanya kepada Bisnis, hari ini.

Mahfud mengatakan kontributor terbesar pembentuk aset ialah penyaluran kredit apalagi bila ditopang dengan kualitas pinjaman yang semakin membaik. Data bank sentral mencatat penyaluran kredit BPR di Jabar per April 2011 sebesar Rp6,39 triliun atau tumbuh 25,5% dibandingkan posisi yang sama pada 2010 sebesar Rp5,09 triliun. Berdasarkan catatan Perbarindo Jabar rata-rata pertumbuhan kredit BPR di provinsi itu sekitar 20% setiap tahunnya.

Dari ekspansi kredit yang tersalurkan itu, komposisi pinjaman konsumtif pada sejumlah BPR cenderung mendominasi. “Pertumbuhan BPR masih on the track hingga akhir Mei. BPR memang masih menghadapi sejumlah permasalahan klasik, seperti terbatasnya sumber daya menusia berkualitas," katanya.

Menurut Mahfud, kualitas SDM berperan penting dalam mengelola lembaga keuangan, termasuk dalam upaya menjaga rasio kesehatan bank. Dengan SDM berkualitas diharapkan rasio pinjaman bermasalah pun diharapkan terus tertekan.

Hermansyah, Komisaris PT BPR Bandung Kidul, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi mendorong pertumbuhan bisnis bank perkreditan di Jabar. Menurut dia, apabila ekonomi bergerak membuat kebutuhan terhadap modal kerja dan investasi ikut membesar.

“Sebagian besar pengusaha mikro sudah akrab dengan BPR, sehingga menjadi salah satu alternatif untuk mengakses kredit,” katanya.

Hermansyah memprediksi kredit BPR di Jabar bisa tumbuh hingga 25% sepanjang tahun ini. BPR Bandung Kidul selama ini fokus menggarap kredit untuk peternak sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Menurut dia, sektor tersebut cukup prospektif digarap dengan rasio pinjaman bermasalah masih terkendali.(mmh)

 

Sumber: Roberto Purba – BISNIS.com

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required