Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Thursday, January 7, 2016
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
Friday, August 26, 2016
Selama dua hari, 23 – 24 Agustus 2016, Pusat Kajian...
Thursday, August 18, 2016
Standarisasi pengetahuan mengenai kredit perbankan merupakan cara untuk mendapatkan kualifikasi...
Tuesday, August 16, 2016
Selama lima hari, 8 s.d. 12 Agustus, LPPI telah menyelenggarakan...
 
BI Cabut Izin BPR Iswara Artha
Thursday, August 11, 2011 | Admin

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencabut izin Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Iswara Artha yang berlokasi di Sidoarjo. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur BI Nomor 13/79/KEP.GBI/2011 tertanggal 11 Agustus 2011.

"Dengan dikeluarkannya SK pencabutan izin usaha tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai UU No.24 tahun 2004," ujar Kepala Eksekutif LPS, Firdaus Djaelani dalam siaran persnya yang dikutip, Kamis (11/8/2011).

Dalam rangka pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Iswara Artha, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang layak dibayar dan tidak layak dibayar.

"Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha," jelas Firdaus.

Dalam rangka likuidasi BPR Iswara Artha ini, LPS akan mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk hak dan wewenang RUPS.

LPS sebagai RUPS BPR Iswara Artha akan mengambil sejumlah tindakan yakni:

  • Membubarkan badan hukum bank
  • Membentuk tim likuidasi
  • Menetapkan status bank sebagai 'Bank Dalam Likuidasi'
  • Menonaktifkan seluruh direksi dan komisaris.


"LPS mengimbau agar nasabah BPR Iswara Artha tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pelaksanaan penjaminan," imbuh Firdaus.


LPS juga minta karyawan BPR Iswara Artha untuk membantu proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi tersebut. (dnl/hen)

 

Sumber: Wahyu Daniel - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required