Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Thursday, January 7, 2016
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Friday, August 28, 2015
Hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2015 diperingati oleh seluruh...
LIPUTAN KEGIATAN
Friday, December 18, 2015
Dari tanggal 2 s.d. 13 Desember 2015 Bank NTB telah...
Tuesday, September 8, 2015
Tanggal 30 Agustus lalu, telah berlangsung Tes Pengetahuan Umum (TPU)...
Monday, July 27, 2015
Perkembangan persaingan industri perbankan yang semakin cepat, menuntut pelaku industri...
Thursday, April 16, 2015
Selama dua hari, 9 – 10 April 2015, LPPI dan...
 
BI Tutup BPR Artha Nagari Madani
Thursday, December 15, 2011 | Admin

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencabut izin Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Artha Nagari Madani yang berlokasi Jalan Veteran No.75 G, Padang, Sumatera Barat. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur BI Nomor 13/103/KEP.GBI/2011 tertanggal 15 Desember 2011.

"Dengan dikeluarkannya SK pencabutan izin usaha tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai UU No.24 tahun 2004," ujar Kepala Eksekutif LPS, Firdaus Djaelani dalam siaran persnya yang dikutip, Kamis (15/12/2011).

Dalam rangka pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Artha Nagari Madani, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang layak dibayar dan tidak layak dibayar.

"Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha," jelas Firdaus.

Dalam rangka likuidasi BPR Artha Nagari Madani, LPS akan mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk hak dan wewenang RUPS.

LPS sebagai RUPS BPR Artha Nagari Madani akan mengambil sejumlah tindakan yakni:

  • Membubarkan badan hukum bank
  • Membentuk tim likuidasi
  • Menetapkan status bank sebagai 'Bank Dalam Likuidasi'
  • Menonaktifkan seluruh direksi dan komisaris.


"LPS mengimbau agar nasabah BPR Bojongpicung tetap tenang dan tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pelaksanaan penjaminan," imbuh Firdaus.


LPS juga minta karyawan BPR Artha Nagari Madani untuk membantu proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi tersebut.

 

Sumber: Wahyu Daniel - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required