Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Monday, May 14, 2012
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan...
KIPRAH
Tuesday, May 8, 2012
Setelah menjalani renovasi tahap pertama yang dimulai sejak 28 Oktober...
LIPUTAN KEGIATAN
Wednesday, May 16, 2012
Direktur Utama LPPI, Subarjo Joyosumarto, mewisuda 53 bankir profesional berbagai...
Monday, May 14, 2012
Setelah sukses menggelar Diklat Sertifikasi Pemimpin Cabang Angkatan 169 beberapa...
Tuesday, May 8, 2012
International Center for Development in Islamic Finance (ICDIF) – LPPI,...
Monday, May 7, 2012
Pada akhir diklat Manajer Lini Pertama (MLP) angkatan II bagi...
 
Uang Pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 Paling Banyak Dipalsukan
Wednesday, December 28, 2011 | Admin

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat angka pemalsuan uang terus turun selama tahun 2011. Jumlah uang yang paling banyak dipalsukan pada tahun 2011 yakni selama periode bulan Januari-Oktober 2011 adalah uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Meski angka pemalsuan turun, namun BI meminta seluruh masyarakat untuk mewaspadai terus peredaran uang palsu. Meskipun rasionya terus menurun namun masyarakat diminta tetap hati-hati dalam menerima uang apalagi memasuki hari raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2012.

"Secara kuantitas, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 selama periode bulan Januari-Oktober 2011 sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar. Sebagai informasi, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2010 rata-rata sebanyak 20 bilyet per 1 juta lembar uang Rupiah yang beredar," ujar juru bicara BI Difi Johansyah dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (28/12/2011).

Dikatakan Difi, temuan uang palsu terbesar terjadi di Jawa Timur, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung.

"BI terus meningkatkan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang rupiah dengan baik antara lain melalui kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat di daerah tertentu seperti pasar, perbankan, terminal/stasiun, dan pusat keramaian lainnya," jelas Difi.

Selain itu, sambung Difi melalui Training of Trainers (TOT) dengan intansi terkait seperti. Pertamina, Perum Pegadaian, Trans-Jakarta, serta melalui pentas budaya seperti wayangan (wayang kulit, wayang golek, cengblong).

Ditambahkan Difi, BI juga terus melakukan kerjasama yang lebih intensif baik dengan POLRI, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) serta aparat penegak hukum lainnya

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang. Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat diminta untuk selalu cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah (Ingat 3D – Dilihat, Diraba, Diterawang)," pungkasnya.

 

Sumber: Herdaru Purnomo - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required