Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Wednesday, March 12, 2014
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Monday, February 10, 2014
Dengan berakhirnya masa jabatan Direktur LPPI Saifuddien Hasan periode 2008-2014,...
LIPUTAN KEGIATAN
Tuesday, March 25, 2014
Sebanyak 15 bank telah mengirimkan para calon pemimpin mereka untuk...
Friday, March 7, 2014
Bekerja sama dengan ICDIF-LPPI, Bank BTN selama tiga hari (7,...
Friday, January 17, 2014
Pusat Kajian dan Pengembangan Keuangan Mikro (PKM) LPPI bekerja sama...
Saturday, January 11, 2014
International Center for Development in Islamic Finance (ICDIF-LPPI) bekerja sama...
 
BI Rancang ATM Khusus Negara ASEAN
Monday, October 17, 2011 | Admin

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu inisiator kerjasama antar negara alias cross border cooperation dalam ruang lingkup sistem pembayaran (payment system) antara negara-negara anggota ASEAN.

Melalui kerjasama ini, ASEAN akan mempunyai sebuah konsep ASEAN Card Scheme layaknya Visa ataupun Mastercard khusus negara di kawasan Asean.

"Nantinya, kita bisa menarik dana di seluruh ATM di negara ASEAN. Tidak lagi harus memiliki kartu berbasis Visa maupun Mastercard namun melalui suatu bentuk ASEAN Card Scheme," ungkap Direktur Direktorat Sistem Pembayaran Ronald Waas di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Dijelaskan Ronald, selama ini jika masyarakat RI ingin menarik dana melalui ATM di luar negeri harus memiliki dahulu kartu berbasis Visa maupun Mastercard. Namun, seperti diketahui, dana administrasinya cukup mahal.

"Oleh sebab itu, ASEAN memiliki inisiatif membentuk Visa atau Mastercard khusus ASEAN. Jadi bisa lebih murah dan milik lokal sendiri," tuturnya.

Working Grup khusus Payment System ASEAN ini sambung Ronald, berada dibawah Executive Meeting of East Asian and Pacific (EMEAP). Dimana terdiri dari 11 negara ASEAN ditambah 5 negara Hong Kong, China, Australia, New Zealand dan Korea.

"Ada 3 inisiatif kedepan dalam hal payment system. Yakni Trade Payment, Capital Market Payment dan Retail Payment System," jelasnya.

Dijelaskan Ronald, Trade Payment misalnya, kedepan nantinya dalam perdagangan antara negara ASEAN tidak lagi menggunakan dollar AS namun menggunakan local currency masing-masing negara.

"Terkait Capital Market Payment nantinya payment versus payement antar negara ASEAN tidak lagi perlu settlement dalam bentuk dolar AS," jelasnya.

"Dan yang terkahir yakni Retail Payment System seperti ATM tadi. Dikeluarkan kartu khusus yang bisa bertransaksi menggunakan satu kartu diseluruh negara ASEAN," imbuh salah satu Calon Deputi Gubernur BI ini. (dru/ang)

 

Sumber: Herdaru Purnomo - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required