Jakarta - Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto menyatakan beban utang Indonesia akan semakin rendah menyusul naiknya pangkat Indonesia oleh Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Rating.
"Yield (imbal hasil) SBN (Surat Berharga Negara) rupiah dan valas akan semakin rendah (cost of debt berkurang), default risk premium turun," katanya kepada detikFinance, Rabu (18/1/2012).
Selain itu, kata Rahmat, permintaan akan surat utang pemerintah semakin tinggi karena kepercayaan investor global meningkat. Dengan demikian, potensi capital reversal akan menipis.
"Ini juga karena Moody's melihat berhasilnya global bond 30 tahun. Investor global yang membeli bond tersebut adalah investor institusi yang qualified dan sophisticated yang mampu melihat prospek fundamental ekonomi Indonesia yang bagus dalam jangka panjang," tambahnya.
Seperti diketahui, Moody's Rating menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi Baa3 dari sebelumnya Ba1. Outlook untuk peringkat ini ditetapkan stabil.
Sumber: Angga Aliya - detikFinance












