Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Thursday, January 7, 2016
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Friday, August 28, 2015
Hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2015 diperingati oleh seluruh...
LIPUTAN KEGIATAN
Tuesday, February 23, 2016
Peran Asset and Liability Management (ALMA) menjadi semakin penting untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengelola...
Monday, February 22, 2016
Menjelang akhir tahun 2015 hingga pertengahan tahun 2016, Bank BTN...
Thursday, February 18, 2016
Selama 10 hari dari tanggal 15 – 25 Februari telah...
Tuesday, February 16, 2016
Dari tanggal 15 – 25 Februari, LPPI telah menyelenggarakan pelatihan...
 
OJK Menghambat Pengawasan Bank?
Tuesday, June 28, 2011 | Admin

Bank Indonesia (BI) menyatakan rencana pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghambat kegiatan pengawasan perbankan. BI mengaku awalnya ingin menambah pengawas, namun disisi lain OJK siap mengganti peran BI sebagai pengawas bank.

Menurut Direktur Direktorat Pengawasan Bank II Bank Indonesia, Endang Sedyadi, salah satu kendala BI terkait pengawasan yaitu banyaknya jumlah bank di Indonesia. Pengawas dianggap tidak sebanding dengan jumlah bank yang ada ditambah kantor cabangnya. Itu juga masih ditambah bank syariah dan Bank Perkreditan Rakyat. “Karena jumlah bank yang kita awasi itu banyak, ada 121 bank. Itu belum termasuk kantor cabangnya yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya pada wartawan saat acara diskusi 'BI Bersama Media', di Jakarta, Selasa 28 Juni 2011.

Jumlah pegawai BI saat ini, jelasnya, mencapai kurang lebih 5.600 pegawai yang tersebar di 41 Kantor BI di seluruh Indonesia. Dari total pegawai tersebut, 1.400 diantaranya bekerja di bidang pengawasan, pengaturan  dan perijinan. “Sedangkan yang pengawas saja totalnya sekitar 600 an orang,” jelasnya.

Diakui oleh Endang jumlah pengawas bank di BI yang mencapai 1400 orang saat ini jauh dari ideal dalam melakukan pengawasan yang komprehensif. Situasi dilematis muncul ketika BI berupaya menambah jumlah pengawasan kemudian hadir wacana pembentukan OJK yang siap menggantikan peran BI dalam mengawasi kondisi perbankan. “Kalau kita mau nambah pegawai, kan nanti ada OJK, jadi bingung juga" ungkapnya.

Endang menjelaskan biaya pengawasan bank setiap direktorat mencapai Rp4 miliar. BI memiliki tiga direktorat untuk pengawasan yaitu Direktorat Pengawasan I,II, dan III. Dana itu dianggap masih kurang."Namun kita optimalkan saja dana yang ada" ujarnya.

 

Sumber: Nur Farida Ahniar, Harwanto Bimo Pratomo – Vivanews.com

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required