Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Monday, June 1, 2015
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Friday, August 28, 2015
Hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2015 diperingati oleh seluruh...
LIPUTAN KEGIATAN
Thursday, April 16, 2015
Selama dua hari, 9 – 10 April 2015, LPPI dan...
Tuesday, April 7, 2015
Organisasi perbankan yang berkembang, baik dari keanekaragaman produk perbankan maupun...
Friday, February 27, 2015
Menutup bulan Februari, PD BPR Subang bekerja sama dengan Pusat...
Tuesday, October 14, 2014
Bekerja sama dengan LPPI, Bank Papua menyelenggarakan Diklat Pola Pembiayaan...
 
Pinjaman Luar Negeri Bank Asing Turun Rp 19 T
Monday, June 20, 2011 | Admin

VIVAnews- Bank Indonesia (BI) mencatat pinjaman luar negeri di industri perbankan pada April 2011 menurun menjadi US$4,9 miliar (Rp42 triliun) dibanding akhir Desember 2010 sebesar US$7,2 miliar (Rp61,74 triliun). Selama empat bulan, likuiditas dana asing di perbankan turun US$2,3 miliar atau Rp19,72 triliun.

Menurut Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah penurunan itu seiring Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/1/PBI/2005 tentang Pinjaman Luar Negeri Bank. Dalam aturan itu BI menerapkan pembatasan saldo harian pinjaman luar negeri maksimal 30 persen dari modal."Hal ini untuk mengantisipasi dan tindak pencegahan 'hot money' karena capital inflow jangka pendek" ujar dia di Jakarta, Senin, 20 Juni 2011.

Pembatasan itu selain mengurangi tekanan capital inflow dan mencegah tersalurnya dana asing bank domestik ke instrumen moneter. "Aturan itu berhasil menurunkan eksposure dana asing oleh bank domestik ke instrumen moneter dari US$7,2 miliar di akhir 2010 menjadi US$4,9 miliar pada akhir april 2011," terangnya.

Difi menjelaskan hingga saat ini tidak ada bank yang memiliki rasio saldo harian pinjaman luar negeri dalam jangka pendek lebih dari 30 persen terhadap modal. Posisi rasio saldo harian pinjaman luar negeri masih di bawah 25 persen. Posisi ini turun dibanding akhir 2010 yang masih tinggi mencapai 44 persen.

Aturan pembatasan posisi saldo harian pinjaman luar negeri jangka pendek paling tinggi 30 persen dari modal bank itu dikecualikan, diantaranya jika pinjaman jangka pendek dari pemegang saham pengendali dalam rangka mengatasi kesulitan likuiditas bank dan penyaluran kredit ke sektor riil.

Aturan yang  ditetapkan 28 Januari 2011 oleh Gubernur BI Darmin Nasution itu juga mencantumkan sanksi kewajiban membayar 1 persen per tahun dari kelebihan per hari bagi bank yang melanggar. (eh)

 

Sumber: Nur Farida Ahniar, Harwanto Bimo Pratomo  - VIVAnews.com

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required