Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, September 9, 2014
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Tuesday, April 1, 2014
Setelah berjalan tujuh bulan program ODP II LPPI yang dimulai...
LIPUTAN KEGIATAN
Tuesday, October 14, 2014
Bekerja sama dengan LPPI, Bank Papua menyelenggarakan Diklat Pola Pembiayaan...
Wednesday, October 1, 2014
Gaya kepemimpinan dan manajerial seorang pemimpin sangatlah penting untuk diperhatikan....
Tuesday, September 30, 2014
Penetapan harga secara efisien untuk nasabah merupakan hal yang penting....
Monday, August 25, 2014
Sebanyak 38 peserta dari 15 BPR telah mengikuti Pelatihan Anti...
 
Transaksi Lintas Bank dalam 1 ATM Berlaku Mulai 2012
Monday, October 24, 2011 | Admin

Jakarta - Seluruh bank akan saling terhubung dalam satu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada tahun 2012. Masyarakat tidak akan lagi menemukan kesulitan dalam bertransaksi melalui ATM seperti transfer dana dari sebuah bank ke bank lain.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo mengatakan, penyatuan tiga jaringan penyedia ATM akan selesai pada 2012.

"Paling lambat pada akhir 2012. Saya sudah bicara dengan tiga provider-nya dan mereka menyanggupi selesai tahun depan," ungkap Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmojo kepada detikFinance di Jakarta, Senin (24/10/2011).

Selama ini terdapat tiga perusahaan operator ATM di Indonesia, yakni PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), PT Rintis Sejahtera (Prima), dan PT Daya Network Lestari (ALTO). Hal tersebut ternyata menimbulkan kendala bagi nasabah sebuah bank yang ingin bertransaksi menggunakan ATM dimana operatornya tidak berhubungan.

Sebut saja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menggunakan operator PT Rintis Sejahtera (Prima), selama ini nasabah bank tersebut tidak bisa berhubungan seperti transfer melalui ATM kepada bank dibawah operator Artajasa yang digunakan oleh PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri).

Nantinya, menurut Ardhayadi ketiga perusahaan penyedia jaringan layanan ATM tersebut akan menyatukan jaringan mereka.

"Sehingga dengan jaringan yang terintegrasi semua bank bisa terkoneksi, sehingga transaksi antarbank manapun bisa dilakukan secara real time dengan ATM termasuk transfer dari luar negeri," jelas Ardhayadi.

Menurutnya, masukan yang diminta BI dalam interkoneksi ATM ini masuk kedalam program BI National Payment Gateway (NPG) yang diarahkan untuk menyiapkan sistem pembayaran terpadu untuk menghadapi penyatuan masyarakat ASEAN 2015.

Penyatuan masyarakat ASEAN, menuntut perbankan Indonesia menyatukan jaringan ATM mereka sehingga memudahkan transaksi-transaksi dengan bank-bank di negara ASEAN.

"Ini akan memudahkan bagi masyarakat," imbuh Ardhayadi. (dru/qom)

 

Sumber: Herdaru Purnomo - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required