Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, December 13, 2016
Program LPPI tahun 2017 didesain sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan...
KIPRAH
Friday, August 19, 2016
Dalam sambutannya pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17...
LIPUTAN KEGIATAN
Monday, March 27, 2017
Selama satu hari, tanggal 27 Maret 2017, dua BPR yaitu...
Friday, March 24, 2017
Sebanyak 30 orang pegawai BPR dari 12 BPR berbagai daerah...
Wednesday, March 22, 2017
Penyaluran kredit merupakan aktivitas bisnis guna memperoleh pendapatan yang positif...
Wednesday, August 31, 2016
Seiring dengan pelaksanaan pelatihan dasar-dasar audit dan audit teknologi informasi...
 
Transaksi Lintas Bank dalam 1 ATM Berlaku Mulai 2012
Monday, October 24, 2011 | Admin

Jakarta - Seluruh bank akan saling terhubung dalam satu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada tahun 2012. Masyarakat tidak akan lagi menemukan kesulitan dalam bertransaksi melalui ATM seperti transfer dana dari sebuah bank ke bank lain.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroatmodjo mengatakan, penyatuan tiga jaringan penyedia ATM akan selesai pada 2012.

"Paling lambat pada akhir 2012. Saya sudah bicara dengan tiga provider-nya dan mereka menyanggupi selesai tahun depan," ungkap Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroadmojo kepada detikFinance di Jakarta, Senin (24/10/2011).

Selama ini terdapat tiga perusahaan operator ATM di Indonesia, yakni PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), PT Rintis Sejahtera (Prima), dan PT Daya Network Lestari (ALTO). Hal tersebut ternyata menimbulkan kendala bagi nasabah sebuah bank yang ingin bertransaksi menggunakan ATM dimana operatornya tidak berhubungan.

Sebut saja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menggunakan operator PT Rintis Sejahtera (Prima), selama ini nasabah bank tersebut tidak bisa berhubungan seperti transfer melalui ATM kepada bank dibawah operator Artajasa yang digunakan oleh PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri).

Nantinya, menurut Ardhayadi ketiga perusahaan penyedia jaringan layanan ATM tersebut akan menyatukan jaringan mereka.

"Sehingga dengan jaringan yang terintegrasi semua bank bisa terkoneksi, sehingga transaksi antarbank manapun bisa dilakukan secara real time dengan ATM termasuk transfer dari luar negeri," jelas Ardhayadi.

Menurutnya, masukan yang diminta BI dalam interkoneksi ATM ini masuk kedalam program BI National Payment Gateway (NPG) yang diarahkan untuk menyiapkan sistem pembayaran terpadu untuk menghadapi penyatuan masyarakat ASEAN 2015.

Penyatuan masyarakat ASEAN, menuntut perbankan Indonesia menyatukan jaringan ATM mereka sehingga memudahkan transaksi-transaksi dengan bank-bank di negara ASEAN.

"Ini akan memudahkan bagi masyarakat," imbuh Ardhayadi. (dru/qom)

 

Sumber: Herdaru Purnomo - detikFinance

 

Comment(s)
No Comment

Reply
Name*
Email
Comment*
Confirmation*
Enter code above :

If you can't read code, click
  
*Field Required