Home Tentang Kami Hubungi Kami Links FAQ Forum
Follow Us


JADWAL DIKLAT
Tuesday, September 9, 2014
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) sesuai dengan misinya akan terus...
KIPRAH
Tuesday, April 1, 2014
Setelah berjalan tujuh bulan program ODP II LPPI yang dimulai...
LIPUTAN KEGIATAN
Tuesday, October 14, 2014
Bekerja sama dengan LPPI, Bank Papua menyelenggarakan Diklat Pola Pembiayaan...
Wednesday, October 1, 2014
Gaya kepemimpinan dan manajerial seorang pemimpin sangatlah penting untuk diperhatikan....
Tuesday, September 30, 2014
Penetapan harga secara efisien untuk nasabah merupakan hal yang penting....
Monday, August 25, 2014
Sebanyak 38 peserta dari 15 BPR telah mengikuti Pelatihan Anti...
 
DARI KAMI
Pendidikan untuk Auditor Internal BPR

Ass. wr. wb., Salam sejahtera bagi kita semua,

Terjadinya banyak kasus fraud atau pembobolan bank oleh pegawai bank disebabkan oleh lemahnya pengawasan internal. Bank Indonesia telah meminta bank untuk introspeksi dan membenahi pengendalian internal dengan mengoptimalkan manajemen risiko dan menjalankan prinsip Know Your Employee. Dasar hukum pengawasan internal di Indonesia terdapat pada UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diperbaharui dengan UU No. 10 tahun 1998, Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum (SPFAIB), dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/22/DPNP tentang Pedoman Standar Pengendalian Intern bagi Bank Umum.

Sama halnya dengan bank umum, BPR pun wajib menjalankan pengendalian internal dengan berpedoman pada ketentuan Bank Indonesia, ketentuan intern/SOP BPR, dan ketentuan lain yang berlaku serta mengikat BPR. Tujuan pengendalian internal di BPR ialah, pertama, untuk memastikan adanya data dan informasi yang dapat dipercaya baik untuk keperluan internal maupun laporan eksternal. Kedua, untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, hukum, dan peraturan. Ketiga, untuk melindungi aset dan/atau kepentingan BPR. Keempat, untuk mencapai tujuan dan sasaran untuk operasi dan program yang telah disusun oleh BPR. Kelima, untuk menggunakan modal perusahaan secara ekonomis dan efisien.

Auditor Internal untuk BPR

Dalam menjalankan fungsinya seorang auditor internal harus mampu melaksanakan tugasnya secara profesional baik dari pengetahuan maupun perilaku. Tugas auditor internal ialah, pertama, membantu direksi dan satuan kerja (kantor pusat dan kantor cabang) dalam meningkatkan mutu pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan BPR. Kedua, memanfaatkan sumber daya secara ekonomis. Ketiga, menyajikan kebenaran dan keutuhan informasi. Keempat, memberi jaminan yang memadai atas pencapaian sasaran-sasaran yang meliputi pelaksanaan kegiatan yang hemat, efisien, dan efektif, penyajian laporan keuangan yang layak, terpercaya, dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku.

Untuk menjalankan tugas tersebut dibutuhkan kualifikasi seperti memahami ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, memahami kode etik dan mampu menjalaninya, dan menjalankan kegiatan pengawasan sesuai dengan batas wewenang. Dalam standar audit internal butir 1210 mengenai proficiency dinyatakan bahwa Auditor internal harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Aktivitas audit internal secara kolektif harus memiliki atau mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya.” 

Perluasan wawasan dan peningkatan kompetensi dapat diperoleh melalui pendidikan atau kursus-kursus berbasis peningkatan kompetensi. Memasuki tahun 2013 ini, LPPI telah mengadakan dua pelatihan auditor internal reguler untuk BPR. Pelatihan ini akan terus diselenggarakan mengingat tingginya kebutuhan BPR akan pendidikan untuk para auditor internal, terutama untuk memenuhi peranan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang efektif dan efisien dengan dukungan auditor internal yang kompeten dan andal. Para peserta yang telah mengikuti pendidikan ini merupakan pegawai-pegawai BPR baik yang telah menjabat sebagai auditor internal maupun yang diproyeksikan menjadi auditor internal BPR.

Materi pelatihan auditor internal di LPPI meliputi peranan dan fungsi audit internal BPR, standar pelaksanaan fungsi audit internal bank (SPFAIB), sistem pengendalian internal BPR, kebijakan Bank Indonesia dalam audit internal BPR, audit berbasis risiko, audit untuk penghimpunan dana, audit untuk penyaluran kredit, audit untuk manajemen umum dan SDM, penyusunan laporan hasil audit, dan dilengkapi dengan studi-studi kasus.

Diklat-diklat terkait Audit dan Auditor Internal di LPPI

Selain diklat tersebut di atas, LPPI memiliki program-program diklat lain terkait audit dan auditor internal, baik untuk bank umum, BPD, maupun BPR, sebagai berikut.

1) Audit Intern Bank (Acc202) untuk middle management. Materi yang disajikan memberikan pemahaman yang sangat mendasar akan fungsi dan peranan audit internal bank. Filosofi audit, teknik prosedural yang sangat mendasar, dan ruang lingkup aspek yuridis formal merupakan pokok-pokok materi yang disajikan.

2) Certified Bank Internal Auditor 1 (Acc102) untuk lower management. Pendidikan ini merupakan legalisasi jaminan kompetensi tingkat pertama auditor internal bank. Materi yang disajikan memberikan pemahaman yang sangat mendasar akan fungsi dan peranan auditor internal bank, filosofi audit, teknik dan prosedur beberapa jenis audit, dan ruang lingkup aspek yuridis formal yang harus diikuti dalam regulasi perbankan.

3) Certified Bank Internal Auditor 2 (Acc206) untuk middle management. Pendidikan ini merupakan kelanjutan program Certified Bank Internal Auditor 1, didesain untuk pejabat auditor tingkat middle management sehingga diperlukan wawasan yang lebih luas untuk mendasari pola pikir yang lebih strategis.

4) Certified Bank Internal Auditor 3 (Acc303) untuk top management. Pendidikan ini merupakan kelanjutan program sertifikasi Audit Intern Bank Tingkat Lanjutan, didesain untuk pejabat/auditor profesional dengan penguasaan yang luas dan kompeten untuk memimpin SKAI.

Seluruh pelatihan ini memiliki standar kurikulum yang telah disesuaikan dengan perkembangan dinamika bisnis perbankan. Pada beberapa diklat kami menggunakan metode tailor made, yang merupakan hasil kerja sama LPPI dengan mitranya dalam penyusunan kurikulum diklat sehingga sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Metode ini kami lakukan untuk sekaligus memberikan jasa layanan semi konsultasi agar dapat memberikan Return on Training Investment (ROTI) secara nyata bagi mitra LPPI, termasuk diklat audit dan auditor internal ini.  

Akhirulkalam, bagi bank yang ingin meningkatkan kompetensi pegawainya di bidang audit internal, kami menunggu kedatangan Anda. Selamat beraktivitas.

Wassalam,

Muljana Soekarni

Direktur LPPI